Pages

Kamis, 26 Maret 2015

kepribadian dalam bisnis

Bisnis itu seringkali subyektif. Adakalanya kita membeli suatu produk bukan karena produknya bagus tapi karena pelayanannya atau bahkan karena siapa yang menjual dan bukan apa yang dijual. Ada banyak orang yang menjual produk yang sama atau serupa, tapi satu hal yang membedakan adalah pelayanan. Pada intinya, orang mau terlibat bisnis jika merasa nyaman. Salah satu alasan merasa nyaman karena muncul dari pelayanan yang diberikan. Bahkan dalam bisnis seringkali yang pertama ditawarkan bukan produk tapi pelayanan, contohnya subscribe pada situs tentang blogging. Untuk bisnis perorangan maka disinilah pentingnya personaliti. Kalau anda merasa berat untuk melayani orang, maka bayangkan saja bahwa anda seorang artis dimana ketika anda berada pada jam kerja maka anda harus menghibur orang. Bisnis ibarat penghibur, jika anda bisa membuat konsumen senang maka konsumen tidak akan segan mengeluarkan uang. Dalam falsafah dagang orang Tionghoa, dipercaya bahwa konsumen yang senang akan datang kembali untuk berbelanja. Beberapa sales marketing seperti lintas.me bahkan menggunakan metode menjalin teman sebanyak-banyaknya, dan bukan berjualan. Karena pertemanan yang baik pasti akan saling membantu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar